Selasa, 08 Juli 2014

Orang tua yang "Over Protect"




Tak jarang kita menemukan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Banyak hal yang dapat kita petik dari beberapa "part" untuk memotivasi. Ada juga yang masa bodoh dengan permasalahan yang dialami.

kali ini, aq akan bercerita tentang belajar dan mengajar. Proses tersebut mau atau tidak, aq tetap mendapatkan proses dari berbagai permasalahan dan anugerah yang telah diberikan.

Awalnya heran, jika ada orang tua yang benar-benar "over protect" kpd anak-anaknya. Mungkin dari sekian pembaca artikel ini, juga merasakan hal yang sama.

Banyak hal yg dilarang oleh orang tua, benar ?
- tidak boleh bermain sampai larut malam
- berkendara harus usia 17 thn
- tidak boleh pacaran
- tidak boleh ini, dan tidak boleh itu.
- dan lainnya

Bagi beberapa sudut pandang,
si anak yang mengalami hal tersebut, menjadikan dirinya terbelenggu. mungkin tidak bisa berkreasi. Bahkan ekstrim nya si anak bisa memberontak dan melakukan hal yang dilarang.

Sebenarnya,
orang tua yang "over" adalah orang tua yang sangat sangat sangat baik sekali. beruntunglah bagi kamu-kamu yang memiliki orang tua seperti ini. MENGAPA ???

PAHAMILAH....

orang tua TIDAK INGIN DITINGGALKAN oleh anak-anaknya (walaupun si anak hanya bermain di lingkungan sekitar).
- karena mereka hanya INGIN SELALU DEKAT dengan anak-anaknya.

orang tua CEMBURU dan IRI jika kita nanti menikah dengan pasangan.
- karena mereka khawatir bila perhatian kita terbagi dan terpecah oleh pasangan kita.

Keinginan orang tua tidak lebiiih....
Yang mereka harapkan ingin selalu dekat dengan anaknya sampai akhir hayat mereka.

Siapapun pembaca artikel ini,
Selagi masih ada kehadiran mereka berdua (orang tua), baik-baiklah kepada mereka...
Pahami mereka lebih dari siapapun...

Jika salah satu diantara mereka TIADA, lipatgandakan kasih sayang mu kpd orang tua yg hanya satu-satunya...

Jika keduanya telah TIADA, berbahagialah karena saat ini km telah sadar betapa pentingnya peran dan harapan orang tua sehingga km msih bisa membaca sampai detik ini..

Sumber : percakapan antara penulis dengan kerabatnya - Senin, 7 Juli 2014
Kamis, 12 Juni 2014

Baik VS Buruk - that's point is ?

Pada dasarnya,manusia mampu membedakan sifat baik dan buruk...
Berikut ada beberapa anggapan;

Apakah ada kategori untuk mahasiswa,
 - yang "rajin" mengerjakan tugas dosen dan tugas akhirnya ?
 - yang "malas" mengerjakan keduanya ?

Apakah ada kategori untuk dosen,
 - yang "rajin" membimbing dan mengarahkan mahasiswanya ?
 - yang "malas" melakukan keduanya ?

Apa yang terjadi jika keduanya (mahasiswa dan dosen) "malas" ?
Oh...man... malang sekali...

------------------------------------------------------------------------------------------
Kita bahas langkah positif thinking dilakukan oleh mahasiswa dan dosen...
(karena penulis juga mahasiswa pada saat menulis ini hehehe...)

Mahasiswa akan mengerti bahwa kegiatan dosen sangat super sibuk sekali...
Nih rata2 kegiatan dosen;
 - mengurus keluarganya
 - mengajar tiap mata kuliah yang diampu nya...
 - melanjutkan kuliah S2/S3
 - ditambah jika ada proyek yang dikerjakan

sungguh sangat sibuk, kan ???
belum lagi ditambah jika membimbing mahasiswanya untuk mengerjakan tugas akhir dan tugas lainnya...
klo dosen yang satu ini jika ketemu dgn mahasiswa yang "malas", bisa jadi bakal lulus lama hahaha....
Jarang ketemu, jarang bimbingan, jarang komunikasi, dan lainnya...

TAPI....
Jika mahasiswa jarang ketemu, jarang bimbingan, jarang komunikasi, dan lainnya,
Apakah dosen pernah membedakan mahasiswa yang benar-benar "malas" dan mahasiswa yang memiliki kegiatan lain (melihat skala prioritas) ?
   -> I DON'T THINK SO....
Akibatnya mahasiswa yg memiliki kegiatan lain ikut terlibat... Dosen malah "ga mau tahu"...

------------------------------------------------------------------------------------------
Namun, hanya segelintir dosen yang menghargai mahasiswanya... Walaupun cm segelintir sih....
Tipe dosen yang seperti ini adalah dosen yang lebih unggul sedikit meluangkan waktunya daripada dosen lainnya... (Standing Applause...)
Meluangkan waktu untuk apa ???
untuk membedakan mahasiswa yang benar-benar "malas" dan mahasiswa yang memiliki kegiatan lain...

------------------------------------------------------------------------------------------
Siapakah ANDA saat ini ???
 - mahasiswa yang benar-benar "malas"
 - mahasiswa yang memiliki kegiatan lain (melihat skala prioritas)
 - dosen yang tidak ingin mengerti dan acuh tak acuh
 - dosen yang menjadi panutan dari segala aspek

------------------------------------------------------------------------------------------
Penulis hanya menuangkan sedikit opini yang ada dalam benak dan pernah dialaminya... tidak ada maksud lain men-judge individu...
Sebagai mahasiswa: lakukanlah sesuai dgn porsi tujuan kuliah
sebagai dosen: seorang guru panutan atau sebagai ayah/ibu angkat (guru = digugu lan ditiru)

Alangkah baiknya jika dosen dan mahasiswa mau mengerti satu dgn yang lainnya...
Masing2 memiliki tujuan dan kegiatan untuk diselesaikan tepat pada waktunya sesuai prioritasnya...

Harapan ke depan, bagi pembaca (siapapun) mau menempatkan dirinya supaya tulisan ini menjadi manfaat...


- ArdinmarL

Updates Via E-Mail

Visitor