Penciptaan Tangan
Tahukah kita ?? Apa makna di balik urutan tinggi jari tangan? Tidak mudah juga untuk menjawab ini. Mungkin jawaban umumnya adalah hal itu diciptakan agar manusia senantiasa mudah menggenggam atau mencengkeram sesuatu didalam aktivitasnya. Namun jika saya boleh membaca atas petunjuk Alquran, maka saya simpulkan bahwa rahasia dibalik tinggi jari yang berbeda-beda itu adalah merupakan TANDA perjalanan kehidupan manusia itu sendiri. Mari kita segera telusuri. Readmore...
Kenali dirimu dengan baik (khusus wanita)
Merdeka.com - Natasha Scott-Falber, seorang remaja berusia 14 tahun diketahui meninggal setelah memakai tampon (semacam pembalut) untuk pertama kalinya. Natasha diperkirakan terkena sindrom langka bernama toxic shock syndrome. Toxic shock syndrome adalah infeksi bakteri langka yang hanya menjangkiti 40 orang dalam setahun di Inggris. Readmore...
Puisi Cinta
* Aku Mencintai Mu * Siang terang, gelap menghujan.. gerimis tak kunjung lebat menghadang. lama sudah ini jarang datang.. Untuk orang yang aku sayang. dalam kamar yang kecil ini ku tuliskan, sebuah ungkapan hati dan ketulusan. tentang rasa yang lama ku pendam... Readmore...
Alat-alat Sulap
Saya iseng2 sambil menjual beberapa koleksi alat-alat sulap.. Jika ada yang berminat, silakan hubungi saja.. (bertanyalah biar tidak sesat di jalan :p) Mau ambil satuan oke,, ambil banyak berani kasih harga cakep :D Ini list koleksinya : --- Ultimate 3 card monte $1.30 Magic menu $1.30 Magic number $1.30Readmore...
Sejarah Kartu Remi
Kita sebagai pesulap, tidak asing dengan kartu remi, seperti : Bicyce, TaLyHoo, Aviator, Bee, dll. Tapi, apakah selama kita menggeluti dunia sulap, kita sudah mengenal dan tahu betul maksud - maksud dan sejarah kartu remi? Untuk lebih memperdalam, tim TheSimplyMagic sudah mencoba mendalami tentang "KARTU REMI" ini. Readmore...
Semuanya adalah PIKIRAN
Siapakah Anda ?
Saya tergelitik untuk membahas hal ini ketika saya seringkali menemukan gambaran diri yang dituliskan oleh teman-teman pemilik akun facebook ketika saya melakukan wall-walking
Ada yang salah dengan hal itu?
Nggak ada yang salah sih, hanya saja, saya menangkap bahwa kebanyakan dari kita mengalami kesulitan untuk menggambarkan diri kita kepada orang lain, terutama dalam penggambaran sifat/karakter. Mungkin kita akan lebih mudah menggambarkan diri melalui penampakan fisik, misalnya: saya yang gendut, si A yang rambutnya panjang, si B yang tubuhnya tinggi, dst.
Coba kalau anda mendapat pertanyaan begini,
“Bagaimana anda dapat menggambarkan diri anda dalam 5 kata sifat?”
“Susah atau gampang menggambarkannya?”
“Kata sifat apa yang pertama kali muncul dalam pikiran anda?”
“Butuh berapa menit untuk menemukan 5 kata sifat tersebut?”
Sudah terjawab kah pertanyaan saya?
***
Kalau anda diminta untuk mengenali diri sendiri, reaksi anda mungkin begini, “Ya begini lah saya.”
Jika sebatas kata-kata, akan sangat mudah. Yang sulit adalah “BENAR-BENAR MENEMUKAN SIAPA DIRI SAYA”
Menemukan dan menerima setiap bagian dari diri, termasuk bagian yang selama ini dipendam atau ditolak.
Contohnya: Saya akan merasa agak gimaaanaa gitu (malu, sedih,bete) kalau menyebutkan fakta bahwa berat badan saya searang 70kg. Hmm..ini saja fakta fisik ya yang jelas kelihatan, lantas apa yang saya rasakan ketika saya menemukan bahwa saya punya sifat mudah iri ketika melihat keberhasilan orang lain?
Sifat negatif memang ada lho, dan itu termasuk ciri pribadi kita, misalnya: mudah marah, pendendam, tukang ngiri, sulit memaafkan, pelit, serakah, takut, pengecut, agresif, suka menyakiti diri sendiri, dst.
Seringkali sifat negatif ini kita tekan sedemikian rupa, karena ya negatif… mana ada sih yang mau meyimpan keburukan? Bahkan alam bawah sadar kita pun melakukannya.
Menurut teori Freud (Sigmund Freud, pakar Psikoanalisa), dalam diri manusia ada 3 bagian diri yaitu id, ego, dan superego. Id adalah dorongan instingtif, hawa nafsu, keinginan yang menuntut pemuasan. Ego adalah cara yang kita pikirkan untuk memperoleh pemuasan id. Superego adalah nilai-nilai moral, nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai siritual yang menjadi pengaman setiap langkah ego dalam memuaskan id.
Nah, yang sering kita tekan adalah id ini. Kita tidak mau mengakuinya. Contohnya gini, “Malu ah, saya kan pake jilbab, masak saya gampang nepsong kalo liat cowok sixpack telanjang dada.” Hahahahhahahaaaaaaa…
Dengan sedikit demi sedikit, membuka lembaran demi lembaran “lapisan kulit bawang” kepribadian kita, kita bisa semakin mengenal siapa kita yang sebenarnya.
Manfaatnya apa sih?
Mengenal diri akan membuat kita akrab dengan diri kita, mengetahui apa yang kita inginkan, mengetahui hal-hal yang kita sukai dan tidak, membantu kita menghadapi pergolakan hidup, membuat kita lebih tangguh (meskipun sendirian tanpa orang lain yang menemani), menghindarkan kita dari perasaan bingung dan kesepian, mendorong kita untuk lebih berkembang secara spiritual.
Tidak percaya?
Coba aja deh, mulai dari sekarang belajarlah mengenali dirimu yang sesungguhnya.
Kalau kata Peter Pan sih, BUKA DULU TOPENGMU
Ngupas “kulit bawang” emang bikin perih sih, tapi kalau sudah jadi bawang goreng, gurih kok… *hehehe
Sumber : http://ideiswasti.wordpress.com/2011/07/02/knowing-yourself-easy-to-say-hard-to-do/
Share : From edictionworld.com
- ardin marL